:::::::Bicaraku::::::
Hanya mampu menuliskan banyak kalimat, kagum ku.
Tertahan semua nya di buku, bait demi bait nya meski kadang
Terdengar kaku.
Rasa , kata dan makna yang ingin di sampaikan , kadang
Rancu.
Tetapi ketahuilah
Kalimat-kalimat itu jujur,
Kagumku tak juga punah.
Mampukah aku tetap menulis nya di lembaran kertas
Kadang penaku enggak menuangkan jujur ku.
Kadang kertas meronta,tak ingin ku tuangkan kata demi kata kagumku.
Kadang jari pun kaku,terdiam terpana
Tak tahu apa yang mesti di katakan.
Tak tahu apa yang mesti di tuliskan.
Bicaraku jika di depan mu,lebih tak karuan
Banyak kata yang bergetar ,gemetaran
Bukan takut
Melainkan gugup
Ohhhh...
Amboi nya
Sebuah rasa yang amat indah mempesona
Membuatku serasa kelu.
Kaku dan terpaku.
Jika kau di dekatku
Pipi hanya memerah, kata terbata-bata..
Gugup ku amat parah,
Bicaraku tersengal
Aku hanya tau
Aku kagum padamu
Sesosok manusia, yang sempurna
Baik budi dan rupa.. apa dikata aku hanya mampu bicara dalam buku
Penaku, kadang kesakitan lelah,terus menuliskan kagumku.
Hatiku kadang meradang, hentikan kagum ini
Sungguh
Bicaraku tak pernah lancar dihadapmu,pipi ku tak brrhenti memerah.
Akhhh...
Kau amat indah
Lebih indah dari seorang malaikat.
Berikan aku sedikit waktu
Untuk belajar Berbicara tanpa gugup.
Bicaraku
Haruslah ku belajar dahulu
Bagaimana cara menghadapi mu Yang ku kagumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar